Oleh Sunni Darussalam Rabu, 31 Januari 2018 Dilihat 1784 Kali

ahmad fatah

Dr. K.H. AHMAD FATAH., M.Ag, Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Sunni Darussalam Yogyakarta. Selain kyai, beliau juga sebagai Dosen Fakultas Adab dan Budaya jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta atau lebih dikenal dengan UIN SUKA Yogyakarta. Santriwan-santriwatinya sering memanggilnya dengan sebutan “ABAH”. Sebagai pemimpin, beliau memiliki gaya kepemimpinan yaitu gaya pemimpin yang kharismatik.

Abah Fatah adalah sosok alim dan kharismatik. Sifat penyayang, sabar dan tekun serta ulet tampak dalam keseharian. Dakwah yang disampaikannya begitu halus dan menyentuh. Beliau telah memberikan pengaruh yang begitu besar bagi santri dan masyarakat. Sebagai Seorang ulama, kecintaannya Terhadap agama dan bangsa sungguh Luar Biasa. Beliau telah menunjukkan betapa kuatnya kecakapan dan pancaran kepribadian dalam memimpin pesantren dan masyarakat. Melalui kharismanya, melekat pada diri beliau sebagai kyai yang dijadikan imam oleh keluarga, santriwan-santriwati, dan masyarakat dalam bidang ‘ubudiyah. Sebab kehadiran seorang kyai itu dianggap sebagai berkah oleh bawahannya (santriwan-santriwati). Kharisma Abah memperoleh dukungan masyarakat hingga batas tertentu, karena beliau dipandang memiliki kemantapan moral dan kualitas iman yang melahirkan model kepribadian magnetis bagi para pengikutnya. Abah Fatah selalu memberikan contoh dan menggugah semangat bawahannya untuk memancarkan inovasi-inovasi baru dalam dunia pesantren dan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kharisma yang dimilikinya, kyai tidak hanya dikategorikan sebagai elit agama, tetapi juga sebagai elit pesantren dan tokoh masyarakat yang memiliki otoritas tinggi dalam menyimpan dan menyebarkan pengetahuan agama Islam serta berkompeten dalam mewarnai corak dan bentuk kepemimpinan, terutama dalam pesantren. Kharisma yang melekat pada diri Abah menjadi tolok ukur kewibawaannya dalam dunia pesantren. Sifat welas asih atau wibawa yang terpancar dari beliau, karena sifat inilah yang menjadikan kekaguman dari santri dan masyarakat sekitar. 

Proses beliau dalam memimpin pondok pesantren pada akhirnya melahirkan seorang tokoh yang disebut sebagai pemimpin. Beliau telah berhasil mengegolkan beberapa santrinya menjadi seorang pemimpin. Ada beberapa santri yang kini telah memimpin sekolah, masjid, dan perkantoran. Itu semua karena kepemimpinan beliau yang kharismatik dan demokratis. 

Share :
Subscribe artikel